Calon DPD dan Caleg Partai di Bali Tidak Ramah Lingkungan!!!!
13 Desember 2008
Menyambung tulisan saya sebelumnya, tentang caleg “Mohon Doa Restu dan Dukungannya” yang beberapa hari lalu saya posting. Kini jari saya kembali “gatal” untuk menulis kegelian saya melihat, kebodohan para calon anggota legislatif kita. Anggap saja tulisan ini sebagai surat terbuka bagi para calon DPD dan caleg parpol agar segera menyadari kekeliruan yang menyebabkan dia tidak terpilih jadi wakil rakyat hehehe…
Kebodohan kali ini, adalah soal berlomba-lombanya para kontestan pemilu 2009 ini memasang baliho dan spanduk kampanye yang sama sekali tidak ramah lingkungan.
Ada dua macam kebodohan para caleg kita, pertama, mereka (calon DPD dan caleg parpol) memasang dan menggunakan baliho atau spanduk kampanye mereka, dengan cara memaku materi kampanye mereka ke batang serta dahan pohon di pinggir-pinggir jalan. Kebodohan Kedua, para kontestan pemilu 2009 ini menggunakan materi printing kampanye yang tidak bisa diurai dan sangat tidak ramah lingkungan, seperti PLASTIK!!!
Seharusnya mereka “berpikir” bahwa spanduk dan baliho mereka berbahan dasar plastik itu akan menambah penggunaan plastik dan sudah pasti limbahnya akan berdampak pada semakin rusaknya lingkungan di sekitar kita.
Bagi saya kedua kebodohan ini saling terkait satu dengan yang lain dan sama-sama berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar kita.
Saya tidak tahu apakah pernah terlintas didalam benak para calon DPD dan caleg parpol, hendak dibawa kemana limbah spanduk dan baliho PLASTIK sisa kampanye mereka?
Bukankah sejak Sekolah Dasar kita sudah diajarkan untuk selalu peduli pada lingkungan sekitar kita. Kita juga diajar bahwa plastik adalah material yang tidak dapat terdegradasi atau terurai secara alami, plastik menjadi menyebabkan masalah lingkungan yang semakin besar di muka bumi ini. Dengan semakin bertambah penggunaan plastik, terutama plastik komoditi seperti polietilena dan polipropilena, maka bertambah pula limbah hasil pemakaian plastik.
Kedua kebodohan ini menurut saya menunjukan bahwa ternyata caleg dan calon DPD kita sama sekali tidak punya KEPEKAAN LINGKUNGAN yang baik. Demi sebuah ambisi menduduki kursi jabatan legislatif dan dipandang terhormat oleh masyarakat. Para caleg khususnya yang berasal dari Bali menjadi lupa diri dan lupa pada kearifan ajaran leluhur yakni Tri Hita Karana, yang merujuk pada ajaran tentang keselarasan, keseimbangan dan keharmonisan hidup antara Sanghyang Jagatkarana (Tuhan Semesta alam), Bhuana (bumi/lingkungan sekitar), dan Manusia.
Dalam pemahaman saya, keselarasan dan keharmonisan hidup manusia merupakan keselarasan dari ketiga dimensi alam (Tri Hita Karana). Manusia dengan Tuhannya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya.
Bukankah Tri Hita Karana mengajarkan pada kita untuk saling mengasihi, menghormati dan bertanggungjawab tidak hanya kepada Sanghyang Jagatkarana dan sesama manusia semata? Tetapi juga mengasihi lingkungan sekitar kita? Termasuk tumbuh-tumbuhan (baca: pohon)
Manusia baik individu maupun kelompok seharusnya taat dan patuh terhadap aturan dan hukum alam yang telah digariskan kepadanya melalui ajaran agama. Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri atas “A” (tidak) dan “Gama” (kacau). Jadi agama adalah instrumen dalam mengatur segala segi kehidupan manusia agar tidak terjadi kekacauan dalam kehidupan dan sebaliknya keselarasan, ketentraman dan kedamaian hidup dapat dicapai.
Bagi saya saat para caleg dan calon DPD sudah melanggar norma dan aturan agama (Hindu) yang telah digariskan alam semesta. Maka salahsatu akibatnya adalah terjadinya degradasi moral manusia yang akan menjadikan manusia hanya menjalankan hawa nafsu untuk memenuhi segala hasrat hidupnya tanpa memperdulikan kaidah norma hidup.
Saya menjadi geli sendiri, belum terpilih saja para caleg dan calon DPD sudah MERUSAK LINGKUNGAN dengan kedua kebodohan tadi. Bagaimana jika nanti terpilih??? Padahal para Calon anggota DPD dan Legislatif kita ini tidak sedikit yang bergelar Sarjana, Master dan Doktor di bidang ilmu masing-masing. Merusak lingkungan dengan memaku (baca: “menyakiti”) pohon dan menambah limbah plastik adalah perbuatan mengacuhkan ajaran-ajaran budi pekerti bangsa ini.
Tidak heran jika banyak kasus-kasus pembangunan yang merusak lingkungan dan tidak bisa diselesaikan oleh DPR RI dan DPRD tingkat I maupun II. Masih ingatkan kasus alih fungsi hutan Lindung Si Api-Api yang kemudian menyeret beberapa anggota DPR RI termasuk Al-Amin Nasution, yang menerima dana suap dari eksekutif daerah setempat…!!! Sungguh melalukan…
Bagi saya, saya akan memilih calon DPD, PARTAI, CALEG, dan PRESIDEN yang RAMAH dan PEDULI pada LINGKUNGAN, agar persoalan-persoalan lingkungan kita, termasuk pengundulan hutan baik ilegal maupun untuk perkebunan sawit bisa segera terselesaikan…
Ingat Dunia ini semakin hancur karena GLOBAL WARMING yang diakibatkan oleh kebijakan kapitalisasi pembangunan yang tidak RAMAH LINGKUNGAN!!!
salam,..
Entry Filed under: catatan ku. Tag: politisi busuk, pemilu 2009.
12 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1. nyoman | 14 Desember 2008 at 12:32 AM
salam bli, ikutan diskusi ya…
kalo masalah bahan dasar, berarti hanya blog dan web site yang paling ramah lingkungan. sebab biarpun mereka pake kertas, tetep aja akan merusak lingkungan. karena bahan kayunya yang tidak bisa dibuat dengan cepat. termasuk koran dan majalah pun ikut punya peran dalam perusakan lingkungan.
./nyoman
2. Putu Adi | 14 Desember 2008 at 2:35 AM
Mereka udah kebelet pingin terpilih, segala cara pun dijalankan. Tidak perduli yang jadi korban adalah lingkungan.
3. MadeJunes | 14 Desember 2008 at 5:49 AM
mereka mana mikirin lingkungan bli, yang ada mereka mikir gimana caranya biar menang dan kalo udah menang gimana caranya biar cepet balik modal.. mengutip soe hok gie “politik t** kucing!”
salam kenal
4. gentry amalo | 15 Desember 2008 at 4:04 PM
buat Nyoman, silahkan kalau mau ikutan diskusi.. hehehe… saya pikir, web site dan blog memang paling ramah lingkungan, tetapi komputer juga bisa menyebabkan Global Warming kalau komputernya belum menggunakan perangkat Green Computer alias masih boros listrik, nah kalau sudah boros listrik, pasti menyebabkan konsumsi Bahan Bakar Fosil di instalasi pusat PLN menjadi semakin meningkat dan sudah pasti emisi / gas buang yang dihasilkan juga meningkat. Mungkin kalau komputernya pakai listrik tenaga surya, angin, atau air baru bisa benar-benar ramah lingkungan hehehe
5. gentry amalo | 15 Desember 2008 at 4:06 PM
buat Putu Adi,.. dirimu benar… dan kalau lingkungan sudah jadi korban, pasti akan kembali berdampak ke manusia juga…
6. gentry amalo | 15 Desember 2008 at 4:10 PM
Buat Made Junes, salam kenal juga!!
.. memang politik negeri kita sejak Orde Baru berdiri telah menjadi Politik T** Kucing,.. alasannya untuk kepentingan rakyat, tapi utang luar negeri semakin menumpuk untuk membiayai APBN termasuk gaji PNS didalamnya.
Konsep Bung Karno dulu yang mewajibkan kita untuk menjalankan Politik Berdikari, dijegal sana sini oleh Orde Baru dan antek-anteknya samapai sekarang ini, akhirnya sekarang pemerintah, legislatif dan rakyat menjadi ketergantungan pada utang luar negeri… Eh gossipnya di Metro TV malam tadi, Gelora Bung Karno akan di”jual” kepada investor untuk membiayai APBN..
7. LiaBali | 3 Januari 2009 at 1:30 PM
Kami telah ramah lingkungan
Juga Pendukung Perjuangan
Made Ariawan, SST.Par.MBA
dari http://www.sbgbali.com/madeariawan.htm
http://www.forumprobali.org
8. bintang gerilja | 5 Januari 2009 at 4:46 PM
@LiaBali, boleh tahu kata “Kami” yang dimaksud Lia??? Apakah “Kami” itu untuk tim sukses adik Made Ariawan SST Par MBA? dan ramah lingkungan yang seperti apa yang telah dilakukan Made Ariawan dan tim suksesnya??? apakah Made Ariawan dan tim sukses tidak melakukan hal serupa seperti yang dilakukan para calon anggota DPD dan Caleg yang menggunakan metode kampanye pasang Baliho dan spanduk potret diri??? Kalau iya,… baguslah,..
9. inne | 2 Maret 2009 at 7:02 AM
haduuuuuh…..dikira pohin2 itu nggak menjerit-jerit apa disakiti spt itu?
10. bintang gerilja | 2 Maret 2009 at 1:02 PM
@ Inne… Nah itu dia,.. untung aja pohon ga bisa bicara dan menjerit, coba kalo mereka bisa bicara dan menjerit,. pasti setiap hari terdengar rintihan sepanjang jalan protokol tempat berjejernya spanduk dan baliho Caleg Partai dan Calon DPD.
11. emooo | 6 Maret 2009 at 12:57 PM
halo . aku awalnya ga suka baca yg kayak gini, tapi setelah baca beberapa kalimat yang diucapin ma si penulis ini, aku jadi semakin tertarik. Walaupun umurku masih belum 17 tahun…hehe
Aku setuju sama yang ditulis disini! caleg perusak lingkungan, mohon jangan diulangin lagi!!!
12. bintang gerilja | 7 Maret 2009 at 2:03 AM
@ Emooo, Terima kasih atas dukungannya, tapi ini akan lebih berarti lagi kalau kita rame-rame kampanye anti caleg yang merusak lingkungan. Ayooo buruan sebarkan virus-virus mencinta lingkungan yang sehat dan bersih,.. salam sehat ,..