Lagi, Anggota DPR RI yang Terhormat di Tahan KPK!!!

16 Juli 2008

Mungkin hanya sedikit orang mengenal sosok Yusuf Emir Faishal, anggota DPR RI asal Fraksi Kebangkitan Bangsa, yang kini mendekam di tahanan POLRES Jakarta Pusat. Yusuf Emir ditahan setelah ditetapkan KPK sebagai salah satu tersangka KORUPSI kasus alih fungsi hutan Tanjung Api-api

Seorang penyidik KPK yang enggan disebut namanya membenarkan informasi tersebut. “Ditahan di Polres Jakpus,” katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Rabu (16/7/2008).

“Inna lillahi wa Inna Illaihi Raji’un,” kata Yusuf Faishal sesaat sebelum meninggalkan kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Anggota DPR itu tampak tersenyum kecut sambil melambaikan tangan pada wartawan sebelum memasuki mobil tahanan.

Tidak lama kemudian istri sang anggota dewan yang “terhormat”, Hetty Koes Endang tampak keluar dari Gedung KPK. Tidak seperti saat tiba di gedung itu, wajah penyanyi senior ini terlihat pucat. Begitu keluar dari ruangan Hetty yang ditemani beberapa kerabatnya langsung meninggalkan KPK dengan menumpang Toyota Alphard hitam bernopol B 707 MA.

Yusuf Ditahan, Yenni Berang dan Cak Imin Cuek Aja Tuh !!

Uniknya lagi, kepada penyidik KPK dan juga wartawan, suami penyanyi Hetty Koes Endang ini mengaku dan mengklaim ada sebagian dana alih fungsi hutan Tanjung Api-api yang disetor ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menanggapi klaim ini, buru-buru, Sekjen DPP PKB Gus Dur, Yenny Wahid membantahnya. Yenny bahkan menuding, dana yang diduga gratifikasi itu dinikmati oleh PKB kubu Muhaimin Iskandar. “Sebagaimana surat yang kami terima dari Yusuf Faishal (YF), dari list daftar penerima dana YF, menyetor ke Muhaimin hampir Rp 1 miliar,” ujar Yenni, Rabu (16/7/2008).

Tak hanya itu, menurut Yenny, dana sebesar Rp 1 miliar lebih juga disetor ke Muamir Syam. “Dia itu orang dekat Muhaimin,” tandas putri kedua mantan Presiden Gus Dur itu. Selain itu, kata Yenny, Ketua Fraksi Ida Fauzia dan Helmy Faisal juga mendapat sumbangan dari Yusuf Faishal. Mereka, lanjut Yenny, adalah anak buah Muhaimin.

Nah, tudingan yang dilakukan Yenni Wahid ini tidak lebih dari balas dendam politik atas kelakuan Muhaimin Iskandar yang juga saudara sepupunya itu kepada Gus Dur dan PKB secara umum.

Secara politik, saat ini Yenni Wahid seperti sedang berada di atas angin, karena “klaim” tersebut adalah amunisi baru untuk menyerang lawan politik satu partainya itu. Tetapi jika Yenni tidak berhati-hati dalam mengelola amunisi ini, maka Ia dan pendukungnya akan melakukan bunuh diri masal, karena “klaim” panas tersebut akan berujung pada Gus Dur sendiri yang disebut-sebut sempat “menikmati” uang haram saat Gus Dur sakit beberapa waktu silam.

Parahnya lagi, entah mengapa, kubu Muhaimin sendiri tidak segera menjawab atau mengklarifikasikan “klaim” Yusuf Faishal tersebut. Tindakan kubu Cak Imin ini bisa diartikan dua hal. Pertama, diam adalah “emas” dan kedua diam berarti “iya”. Jadi yang mana nih cak??? Atau cak Imin sedang melakukan gerakan politik “Yenni “Menggonggong” Cak Imin berlalu???”

Entry Filed under: catatan ku. Tag: , , , .

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terakhir

Arsip

Peta Pengunjung

Blogger

Jejaring

media

organisasi

travelling

statistik

Spam Blocked