PENGANTAR REDAKSI: Negeri bencana. Itulah takdir terberi yang dialami rakyat negeri ini. Bencana alam seperti banjir dan longsor seakan menjadi pemandangan biasa. Parade bencana alam ini semoga menjadi pelajaran berharga bahwa pelestarian hutan penting untuk kehidupan kita. Dan, kebijakan pemerintah soal penanganan banjir tidak perlu lagi berorientasi “bantuan pasca bencana” tapi merumuskan strategi politik ekologis mencegah bencana alam terus terulang.
LENTERA
Oleh: Roro Sawita
Jawa dipastikan hampir tenggelam! Itulah hasil penelitian team java collapse yang disampaikan Chalisah Khalid, juru kampanye Walhi Jakarta pada pertemuan KTT perubahan iklim di Nusa Dua, Bali. Pernyataan itu terbukti bukan isapan jempol belaka.
Tengoklah desa-desa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo yang terkena banjir sejak akhir Desember 2007. Solo, Bojonegoro, Ngawi, Tuban dan Gresik mendadak menjadi waduk raksasa. Jalan masuk terputus oleh derasnya aliran air sungai. Seluruh infrastruktur lumpuh sehingga menyulitkan bala bantuan. Enam kecamatan di Bojonegoro terisolir yaitu Kanor Utara, Baureno Utara, Kalitidu, Padangan, Trucuk, dan Malo. Kendati banjir di beberapa daerah telah surut namun kondisi warga makin memburuk. Menurut Gentry Amalo koordinator jaringan relawan kemanusiaan Bali (JRKB), banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda sehingga mereka sulit memenuhi kebutuhan pokok. Mereka hanya menggantungkan hidup dari bantuan yang diberikan. (lagi…)
LENTERA
Oleh: Roro Sawita
Jawa dipastikan hampir tenggelam! Itulah hasil penelitian team java collapse yang disampaikan Chalisah Khalid, juru kampanye Walhi Jakarta pada pertemuan KTT perubahan iklim di Nusa Dua, Bali. Pernyataan itu terbukti bukan isapan jempol belaka.
Tengoklah desa-desa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo yang terkena banjir sejak akhir Desember 2007. Solo, Bojonegoro, Ngawi, Tuban dan Gresik mendadak menjadi waduk raksasa. Jalan masuk terputus oleh derasnya aliran air sungai. Seluruh infrastruktur lumpuh sehingga menyulitkan bala bantuan. Enam kecamatan di Bojonegoro terisolir yaitu Kanor Utara, Baureno Utara, Kalitidu, Padangan, Trucuk, dan Malo. Kendati banjir di beberapa daerah telah surut namun kondisi warga makin memburuk. Menurut Gentry Amalo koordinator jaringan relawan kemanusiaan Bali (JRKB), banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda sehingga mereka sulit memenuhi kebutuhan pokok. Mereka hanya menggantungkan hidup dari bantuan yang diberikan. (lagi…)

