Maaf Padaku

26 November 2006

Maaf jika kau kecewa karena keputusan yang aku ambil, aku hanya ingin kamu serius untuk mengerti pada pandangan hidup yang aku anut sejak kecil.

Aku tidak bermaksud untuk tidak mau mengerti tentang dirimu ataupun teman-teman mu, maaf aku tidak suka pada ketololan dan pandangan sempit teman barumu itu, waktu memang terus berjalan

Sayang sekali memang, tapi mau apa lagi, bahwa hidup harus terus berjalan dan inilah yang selalu aku bilang “bahwa pada dirikupun aku keras” sama kerasnya seperti karang yang selalu keras pada kerasnya gelombang. Harusnya kamu tahu jika aku orang yang cinta pada perbedaan, karena perbedaanlah yang membuat kita tetap hidup.

Teman-temanmu dan orang seperti mereka hanya tahu, bahwa surga di langit dan neraka di perut bumi.

Tapi mereka tidak tahu bahwa surga yang sejati terletak pada hati yang gembira dan tulus ikhlas membantu sesama tanpa melihat agama, suku dan ras seseorang dan neraka sejati terletak pada pikiran yang kotor, hati yang degil, jiwa yang licik dan culas.

Aaah,.. sudahlah, semakin lama semakin ngelantur,.. biarlah Girinda vhardhana menjalani karmanya, biarlah Rama dan Rahuvana, berjalan pada karmanya, dan biarlah aku berjalan pada karma yang membawaku sejak lahir.

Daripada kau merasa tidak enak pada teman barumu itu, lebih baik aku saja yang pergi dari dunia mu, sekali lagi maaf pada ku,…

Entry Filed under: ungkapan hati. .

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

November 2006
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Tulisan Terakhir

Arsip

Peta Pengunjung

Blogger

Jejaring

media

organisasi

travelling

statistik

Spam Blocked