Firasat itu dan Kemarahan Ibu
Sudah sepekan, firasat buruk itu hinggap dalam benak ku, menganggu sekali, namun aku tidak tahu harus bercerita pada siapa. Pagi ini, jumat (3/7) seorang sahabat yang tinggal jauh dari Bali menelpon ku dan menanyakan kabar ku dan mama ku, yang sudah nyaris dua bulan aku tidak pernah bertemu dengannya.
Padaku sahabat itu berkata bahwa dia punya firasat buruk, dan perasaannya selalu tidak enak dan itu mengarah pada ku, atau pada seseorang serta sesuatu yang dekat dan pernah dekat padaku. Tapi sudahlah semua memang harus dijalani dan dihadapi dengan lapang dada,..
Sejak Jumat pekan lalu, aku seperti orang asing yang tinggal di sebuah negeri asing, semuanya serba asing, perasaan yang sama hinggap di benakku saat aku di Jakarta dulu. Sebuah kota nan megah dengan banyak teman, sahabat dan kawan, tetapi aku seperti ikan yang tinggal dalam akuarium, bisa melihat banyak hal tapi ga bisa menjangkau dan mencapainya karena ada dinding kaca tebal yang menghalangi. Dan dinding kaca itu adalah “kekuasaan”.
Ya kekuasaan, sesuatu yang semu dan sebuah kesia-siaan belaka, semua orang merasa dipentingkan, semua orang merasa dirinya penting dan berkuasa. Sekecil apapun pangkat dan jabatannya, dia merasa berkuasa, bahkan tipis beda antara tanggungjawab dan kekuasaan. Sungguh payah memang kalau harus berurusan dengan orang-orang yang bermental budak inlander seperti itu, yang bisanya hanya menjilat dan menjilat.
Lebih herannya lagi, kenapa orang-orang itu, orang-orang yang selalu punya ambisi untuk berkuasa, tega melakukannya terhadap manusia lain? membunuh manusia lain?
Manusia sudah lupa akan tanda-tanda alam, karena sudah lama mereka menjadi egois terhadap alam. Manusia sudah lama melupakan pijakannya, manusia sudah melupakan bumi tempat dia berpijak karena hanya memikirkan diri sendiri dan serakah terhadap alam.
Alam adalah saudara dan Bumi adalah ibu, dan ALLAH adalah Bapa yang memberikan manusia hidup. Tapi manusia Indonesia telah menjual ibunya sendiri, ibu yang melahirkannya telah dijadikan pelacur untuk memenuhi ambisi kekuasaannya. Jangan salahkan jika ibu yang melahirkan manusia itu marah, dan menampar mu dengan bencana demi bencana.
Inilah hidup, kadang aku tidak mengerti kenapa aku dipilih untuk selalu tahu lebih dulu akan apa yang akan terjadi, orang yang tidak mengerti menganggap aku gila dan sok tau, untuk itu aku lebih baik berdiam diri, berdoa dan mengucap syukur.
Aku pun teringat pada perkataan Iesua saat menjelang IA ditangkap usai berdoa di taman Getsemani: ” Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini daripada-Ku, bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi..” (Luk-22:42)
Hari ini Jumat, hari ketiga di bulan ketujuh ini, mendung bergelayut di bali selatan, mulai dari kuta, jimbaran hingga ke nusa dua, aku berharap ada angin timur yang segera mengusir mendung itu ketempat lain,… dan 3 adalah lambang kesempurnaan sementara 7 adalah lambang Allah, sang pencipta alam semesta, hari ini adalah hari keramat dalam hitungan manusia sejak jaman mesolitik dulu.
Jumat 3/7 adalah hari Tuhan yang sempurna, jika hari ini bencana itu tiba, itu semua sudah atas kehendak penguasa alam ini. Segala sesuatu sudah Engkau tentukan ya Bapa dan aku hanya menjalankannya, Ameen..
dalam sebuah ruang kebimbangan yang tinggi,
gunungsari, jumat 3 juli 2009
Add comment 3 Juli 2009
Ku Sunting Kau Saat Purnama Tiba
Ijinkan Aku menyuntingmu, saat purnama tiba nanti,
Mas kawin ku hanya bintang yang selalu setia pada malam
Dalam bening embun yang mendekap pucuk savana nan luas
Aku menyuntingmu karena mencinta mu
Gunungsari, 27062009
Add comment 27 Juni 2009
Kembali Menulis
Ternyata sudah berbulan lebih aku tidak menulis di ‘rumah’ ini, jangankan menulis, berkunjung saja nyaris tidak pernah,..
Sekarang, malam ini, eh pagi ini aku mau menulis lagi, entah menulis apa saja, pokoknya kembali menulis.. hayooo semangaaaaaaat…
1 comment 22 Mei 2009
Tuhan, Kenapa KAU Tidak Bikin Partai Saja,…
Tuhan,..
malam tadi KAU begitu gaduh
KAU ganggu tidurku, hujan dan angin bersahutan
belum lagi petir dan halilintar mu
KAU hias langit pekat hitam itu sesekali berkilat
aargghhh.. benar-benar membuatku tidak bisa tertidur
Tuhan,..dingin malamMU membuat aku meringkuk di sudut ranjang
Hingga pagi..
Continue Reading 8 comments 17 Maret 2009
Silaturahmi di Hari Raya
Setiap peringatan hari besar keagamaan seperti Natal, Idul Fitri, Galungan dan Kuningan, atau menyambut tahun baru, apakah itu Masehi, Hijriah, Imlek dan Caka, kita selalu saling mengirimkan kartu ucapan ataupun pesan singkat (SMS) yang berisikan untaikan kata penuh makna.
Umumnya hari besar keagamaan, digunakan sebagai penanda atau patokan bahwa suatu waktu dengan berbagai masalah yang menghadang, telah berhasil kita lalui.
5 comments 25 Desember 2008
Calon DPD dan Caleg Partai di Bali Tidak Ramah Lingkungan!!!!
Menyambung tulisan saya sebelumnya, tentang caleg “Mohon Doa Restu dan Dukungannya” yang beberapa hari lalu saya posting. Kini jari saya kembali “gatal” untuk menulis kegelian saya melihat, kebodohan para calon anggota legislatif kita. Anggap saja tulisan ini sebagai surat terbuka bagi para calon DPD dan caleg parpol agar segera menyadari kekeliruan yang menyebabkan dia tidak terpilih jadi wakil rakyat hehehe… (lagi…)
12 comments 13 Desember 2008
Para Caleg Parpol Lagi Genit Mau “Kawin” !!!!

Sebenarnya sudah lama saya tergelitik untuk menulis tingkah polah para calon legislatif (caleg) dari partai politik kita yang semakin hari terasa semakin GENIT saja.
Genit karena ternyata sebagian para caleg ini hanya bisa JUAL DIRI saja alias jual ketampanan dan kecantikannya semata. Padahal kalau mau dilihat, hanya sedikit saja dari mereka yang benar-benar tampan dan cantik, sisanya.. tanya saja pada rumput yang bergoyang, seperti syair Ebiet G. Ade dalam salahsatu lagunya.
20 comments 1 Desember 2008
Syeh Puji Dipamerkan di Bali
Masih ingatkan kasus Syech Puji, pengusaha kaligrafi yang menikahi anak perempuan berusia 12 tahun. “Keberanian” Syeh Puji meminang anak gadis di bawah umur, telah menjadi inspirasi tersendiri bagi seniman asal Lamongan yang telah menetap di Bali, dalam menuangkan karyanya.
Terbukti dari sebuah lukisan berukuran 2 x 1,5 meter karya perupa Diyano Purwadi, yang dipamerkan beserta belasan lukisan yang lain, di ruang pameran Hanna Art Space – Pengosekan – Ubud – Bali. (lagi…)
Add comment 20 Nopember 2008
Pada Sebuah Malam Enam Tahun Silam
Malam itu, Selasa 13 Oktober 2002, pukul 19.30 wita. Seorang perempuan muda dengan wajah pucat kelelahan, mendatangi bekas ruang kerja Prof. Wayan Bawa (alm.) di Fakultas Sastra Universitas Udayana. Atas seijin Dekan FS waktu itu, Aula serta bekas ruang kerja guru besar yang letaknya berdampingan kami sulap menjadi ruang missing person.
Saya masih ingat ciri-ciri perempuan muda itu. Tubuh yang agak kurus, berwajah tirus dan berambut sedikit ikal, tetapi sayangnya saya lupa namanya. Malam itu dia mendaftarkan nama sepupunya asal Jogja yang hingga malam 13 Oktober 2002 itu belum juga kembali, dan dia khawatir karena kehilangan kontak dengan sepupunya itu. (lagi…)
Add comment 13 Oktober 2008
Hilangnya Silaturahmi Jiwa
Baru tersadar, ternyata ada yang terhilang dari setiap hari raya saat ini. Lama saya berpikir, ternyata yang terhilang itu budaya saling berkirim kartu ucapan selamat merayakan hari raya, yang dikirimkan oleh sanak saudara kita dan orang-orang terdekat kita dari tempat yang jauh atau kota yang berbeda di dalam atau di seberang pulau. (lagi…)
1 comment 1 Oktober 2008


